Efisiensi Energi, Pemerintah Pertimbangkan ASN WFH 1 Hari dari 5 Hari Kerja
Kebijakan fleksibilitas kerja aparatur sipil negara (ASN) tengah dikaji pemerintah sebagai respons terhadap kenaikan harga minyak dunia. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut skema kerja dari rumah atau work from home (WFH) dipertimbangkan untuk meningkatkan efisiensi di tengah tekanan biaya energi.
“Tingginya harga minyak maka perlu efisiensi daripada waktu kerja, di mana akan dibuka fleksibilitas untuk work from home satu hari dalam lima hari kerja,” ujar Airlangga.
Menurutnya, fleksibilitas kerja tersebut diharapkan dapat mengurangi mobilitas harian pegawai sekaligus menekan konsumsi bahan bakar. Dengan berkurangnya perjalanan menuju kantor, beban biaya transportasi dan penggunaan energi dapat ditekan secara bertahap.
Skema ini juga dinilai dapat menjaga produktivitas ASN tanpa mengganggu pelayanan publik. Pemerintah akan mengatur mekanisme pelaksanaan WFH agar tetap sejalan dengan kebutuhan operasional masing-masing instansi.
Rencana pemberian fleksibilitas kerja tersebut menjadi bagian dari langkah efisiensi yang dipertimbangkan pemerintah di tengah dinamika harga energi global. Kebijakan ini diharapkan mampu menjaga stabilitas pengeluaran sekaligus meningkatkan efektivitas pola kerja ASN.
